Rabu, 04 April 2012

Giornata 31 Seri-A Calcio :

Sabtu, 7 April 2012, pukul 20.00 WIB


CAGLIARI vs INTER, Stadion Nereo Roccon


...
LIVE : TELKOMVISION (B-Channel)
NB : B-Channel Antena Lokal tidak menyiarkan...


Apakah INTER akan BANGKIT?

Bola.net - Presiden Inter Milan, Massimo Moratti memuji debut Andrea Stramaccioni sebagai pelatih baru Nerazzuri. Pelatih berusia 36 tahun itu mengambil alih kursi pelatih Inter dari Claudio Ranieri yang sebelumnya dipecat. Stramaccioni memulai debutnya bersama Inter dengan meraih kemenangan tipis 5-4 dari Genoa di San Siro, akhir pekan lalu.

Moratti percaya jika Stramaccioni sudah membuat banyak perubahan dalam tim dan menyebut mantan pelatih tim Primavera Inter itu sebagai Allenatore yang berkualitas.

"Dia sudah membawa kembali antusiasme ke dalam tim dan menampilkan permainan yang berkualitas," ucap Moratti seperti yang dikutip oleh Sky Sport.

"Laga debutnya tidak menjemukan, begitu juga dengannya. Laga debutnya di bangku cadangan menunjukkan kualitas personalnya."

Senin, 02 April 2012

KLASMEN SEMENTARA LIGA ITALIA PEKAN KE-30




Pertandingan Kandang Tandang Gol
P Ma M I K M I K M I K GM GK
Keterangan: P: Jumlah Poin    M: Jumlah Kemenangan    I: Jumlah Hasil Imbang    K: Jumlah Kekalahan    Ma: Total Main    GM: Gol Memasukkan    GK: Gol Kemasukan
1 AC Milan 64 30 19 7 4 9 4 1 10 3 3 60 24
2 Juventus 62 30 16 14 0 10 5 0 6 9 0 49 17
3 Lazio 51 30 15 6 9 8 4 3 7 2 6 44 37
4 Napoli 48 30 12 12 6 7 6 2 5 6 4 54 35
5 Udinese 48 30 13 9 8 10 4 1 3 5 7 40 28
6 AS Roma 47 30 14 5 11 9 3 3 5 2 8 47 37
7 Inter Milan 44 30 13 5 12 7 4 5 6 1 7 43 42
8 Catania 43 30 10 13 7 8 5 2 2 8 5 39 38
9 Palermo 39 30 11 6 13 10 1 4 1 5 9 44 47
10 Chievo 39 30 10 9 11 6 4 4 4 5 7 27 37
11 Atalanta 37 30 10 13 7 7 6 2 3 7 5 33 31
12 Cagliari 37 30 9 10 11 6 6 3 3 4 8 31 36
13 Siena 36 30 9 9 12 8 3 5 1 6 7 34 31
14 Bologna 36 30 9 9 12 5 4 7 4 5 5 32 38
15 Parma 35 30 8 11 11 6 5 4 2 6 7 38 47
16 Genoa 34 30 9 7 14 7 5 3 2 2 11 41 56
17 Fiorentina 33 30 8 9 13 7 3 5 1 6 8 30 37
18 Lecce 28 30 6 10 14 2 6 7 4 4 7 31 45
19 Novara 24 30 5 9 16 3 7 5 2 2 11 26 51
20 Cesena 19 30 4 7 19 2 5 7 2 2 12 18 47

Minggu, 01 April 2012

SEJARAH SINGKAT INTER MILAN

LOGO INTER MILAN
Inter Milan 1908
Klub ini didirikan pada 9 Maret 1908 yang merupakan perpecahan dari Milan Criket and Football Club, yang sekarang lebih dikenal dengan nama AC Milan. Sebuah kelompok yang terdiri dari orang-orang Italia dan Swiss (Giorgio Muggiani, seorang pelukis yang juga merancang logo klub, Bossard, Lana, Bertoloni, De Olma, Enrico Hintermann, Arturo Hintermann, Carlo Hintermann, Pietro Dell'Oro, Hugo dan Hans Rietmann, Voelkel, Maner , Wipf, dan Carlo Arduss) yang tidak terlalu suka akan dominasi orang-orang Inggris & Italia di AC Milan dan mereka memutuskan untuk memisahkan diri dari AC Milan. Nama Internazionale diambil dari keinginan pendiri-pendirinya untuk membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain internasional.
Klub ini memenangkan juaranya pada tahun 1910 dan yang kedua pada tahun 1920. Kapten dan Pelatih yang membawa Inter meraih Scudetto pertama adalah Virgilio Fossati , yang tewas dalam Perang Dunia I.
Pada tahun 1921, Inter termasuk salah satu tim yang keluar dari FIGC dan mengikuti liga yang dibentuk oleh C.C.I (Confederazione Calcistica Italiana). C.C.I merupakan organisasi tandingan FIGC (Federazione Italiana Giuoco Calcio) yang dibentuk oleh tim-tim yang meminta rencana pengurangan anggota Serie-A. Inter berada dalam grup B dalam liga tersebut. Setelah hanya mampu mengumpulkan 11 angka, Inter berada di posisi terbawah klasemen akhir. Hanya bertahan satu musim akhirnya C.C.I bubar karena akhirnya dicapai persetujuan dengan FIGC melalui petisi yang dilayangkan oleh Direktur harian La Gazzetta dello Sport yakni Emilio Colombo dan dikenal dengan petisi Comprommeso Colombo. Tim-tim yang berlaga di liga C.C.I pun bergabung kembali dalam FIGC, yang mengakibatkan format dan kompetisi disusun ulang dengan menggabungkan tim-tim yang berlaga di liga C.C.I dan Serie-A FIGC sesuai dengan poin-poin kesepakatan dalam petisi tersebut. Karena Inter berada di posisi terbawah sehingga Inter harus mengikuti fase Spareggi (Babak kualifikasi pen-degradasi-an), dan Inter berhasil lolos kembali bermain di kompetisi Serie A setelah mengalahkan SC Italia-Milan 2-0 kemudian Libertas Firenze dengan agregat 4-1 (3-0 & 1-1) di kualifikasi Spareggi tersebut.
Selama waktu perang, Inter juga sempat berganti nama menjadi Ambrosiana SS Milano selama era fasisme di Italia setelah bergabung dengan Milanese Unione Sportiva pada tahun 1928. Bahkan setahun kemudian presiden klub terpilih Oreste Simonotti mematenkan nama Inter menjadi AS Ambrosiana pada tahun 1929, untuk menyesuaikan diri dengan kepemimpinan Benito Mussolini, dan pada akhirnya pada tahun 1931, presiden baru Inter Ferdinando Pozzani mengubahnya lagi menjadi AS Ambrosiana-Inter. Walaupun demikian, Inter masih tetap bisa memenangkan trofi ketiga mereka pada tahun 1930. Mengikuti itu, trofi keempat dimenangkan pada tahun 1938. Inter pertama kali memenangkan Copa Italia (Piala Italia) pada tahun 1940 dipimpin oleh Giuseppe Meazza, dan pada tahun yang sama mereka memenangkan trofi kelima mereka, meskipun Meazza mengalami cedera. Sejak tahun 1942 sampai sekarang, nama Ambrosiana-Inter tidak pernah dipakai lagi dan mereka memakai nama asli mereka, Internazionale Milano.



Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh pada tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, dibawah asuhan Pelatih Helenio Herrera, Inter memenangkan tiga trofi pada tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Pada tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.
Setelah masa keemasan pada tahun 1960, Inter berhasil untuk memenangkan gelar mereka kesebelas kalinya pada tahun 1971 dan kedua belas kalinya pada tahun 1980. Pada tahun 1970 dan 1980, Inter juga memenangi dua trofi Piala Italia pada tahun 1978 dan 1982. Inter berhasil meraih gelar scudetto mereka yang ke tigabelas kali pada tahun 1989 dan membutuhkan waktu yang sangat panjang hingga 17 tahun hingga mereka dapat memenanginya lagi pada tahun 2006, tetapi melalui cara yang lain dari biasa atau yang mereka sebut dengan "Scudetto of Honesty" (juara dari kejujuran), karena mereka tidak terbukti bersalah dalam skandal "calciopoli" yang ikut menyeret beberapa klub besar Italia yang terbukti bersalah dan mendapat penalti pengurangan poin juga pencopotan gelar bagi juara sebelumnya. Baru pada tahun selanjutnya atau 2007 Inter berhasil menjadi juara bertahan, sekaligus menorehkan rekor dengan 17 kemenangan beruntun di kompetisi lokal.